Langsung ke konten utama

Kenangan Sate Klopo, Lontong Cap Gomeh sampai Pecel Belut

Setiap daerah pasti punya makanan khas yang sering dikejar-kejar penikmat kuliner. Sebagai orang Suroboyo yang lahir dan besar di Surabaya, aku nggak pernah bosan menikmati suasana kota di pagi dan malam hari juga kuliner khasnya hehehe...

Pagi hari setelah ngantar anak sekolah sesekali pengen juga nyari sarapan yang mak nyuuus.. di kepalaku sih pengen banget sarapan sate klopo Pasar Genteng. Sate Klopo yang terkenal dan menjadi tujuan pencari kuliner khas Surabaya biasanya Sate Klopo Ondomohen. Tapi.... sejak kecil kalau abis diajak belanja sayur di Pasar Genteng, aku biasa menikmati sarapan sate klopo di depan Pasar, tepatnya di ujung gang Genteng Legen. Kenangan masa kecil dan nikmatnya sate kloponya Bu Tumik bikin aku selalu kangen dengan sate klopo yang lokasinya mepet tembok ini hehe..

Ada juga kuliner Surabaya yang selalu melekat di hatiku, yaitu Lontong cap gomeh. Lontong cap gomeh ini makanan khas Tionghoa kalau sedang ada perayaan cap gomeh di Tahun baru Cina, namun buatku ini jadi kuliner khas Surabaya yang udah aku kenal sejak kecil. Lontong cap gomeh berisi irisan lontong,sambel goreng manisa/labu siam, telur petis , opor ayam dan taburan bubuk kedelai. Pasti juga ada hubungannya dengan kenangan masa kecilku yang kalau abis diajak jalan-jalan ke Mirota selalu menikmati Lontong Cap Gomeh Mirota dengan es dawetnya.. hmmm yummmy... Menurutku Lontong Cap Gomeh Mirota di Jalan Sulawesi cukup nyummy.. lumayan bisa jadi tandingan rasa Cap Gomeh bikinan mamaku hehehehe... Lontong Cap Gomeh Mirota rasanya lebih legit dan gurih. Dulu,telurnya emang dibumbu petis tapi akhir-akhir ini ditaburi bubuk kelapa yang gurih banget.. nggak masalah sih buatku, karena rasa secara keseluruhan masih TOP BGT deh.. hehehe

Beranjak dewasa, aku juga punya kenangan makanan yang selalu asyik buat dinikmati.. “Pecel Belut”. Pecel Belut yang sekarang terkenal dan banyak dicari para penikmat kuliner Surabaya itu Pecel Belut Bok Abang Banyu urip yang terkenal dengan Belut Elek nya. Yang aku suka dari Belut Elek ini selain sambelnya siiiip pas banget,juga taburan bawang putih geprek beserta kulitnya hehehe... tapi karena Pecel Belut Bok Abang Banyu urip ini agak jauh dari rumah waktu itu.. aku ketemu dengan Pecel Belut Karah Plaza kita menyebutnya begitu (Red: maksudnya kumpulan pedagang kaki lima di Lapangan Karah hehehe). Di lapangan Karah ini makanan khas Suroboyo tumplek blek disini, makanya sekarang pemkot mengelola menjadi Pujasera yang representatif dan bersih untuk dikunjungi. Sejak masih jadi mahasiswa sampai sekarang, Pecel Belut Karah Plaza ini masih jadi favoritku khususnya Pecel Belut nya “Cak Nur” apalagi sekarang makan pecel belutnya Cak Nur sambil ditemani alunan suara penyanyi2 electone, kita mau nyanyi pun boleh hehehe... lumayan buat hiburan.

Dan satu lagi jalan-jalan kulinerku yang bikin selalu terbayang karena ke khas an-nya.. yaitu Bakso Urat”Pak Sabar”. Pertama beli bakso ini di warungnya di jalan karang menjangan sekarang udah ada cabang di Jalan Brigjen Katamso Waru pertigaan ke brebek Industri dan kabarnya akan buka cabang lagi di Rungkut Menanggal. Yang bikin aku terkesan dengan bakso Pak Sabar ini selain baksonya enak, gorengannya nggak ada duanya. Istilahku sih ,Gorengan kelereng, karena gorengannya berbentuk bulat kelereng trus liat banget..Atos..bhs jawanya, lumayan buat nge-tes kekuatan gigi kita hehehehe.. tapi beneran.. menurutku enak kok. Kuahnya mirip bakso solo, suun , bakso dan gorengan itu aja isinya, tanpa ada tahu , siomay dll. Kalau penasaran boleh dicoba... penasaran ngerasain baksonya atau boleh juga penasaran pengen tahu sampai seberapa kuat gigi Anda hehehe...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Daging Bumbu Lapis

Yuuuk.... dicoba.... barangkali cocok untuk keluarga Anda..... Bahan : Daging has dalam / lulur ( iris tipis lebar ) -500 gr Kentang  ( Iris sesuai selera ) Bumbu Halus : Bawang Merah 6 butir Bawang Putih 4 butir Merica Kemiri 1/4 Biji Pala Garam Gula Kecap manis air asam Bahan Tambahan : Bawang Goreng untuk taburan  dan 3 buah cengkeh Cara Membuat : Campur daging bersama bumbu halus dan diamkan Goreng kentang setengah Matang Tumis campuran daging sampai keluar air dan daging berubah warna Masukkan bunga cengkeh Tambahkan air untuk mengempukkan daging. sampai airnya agak menyusut dan daging sudah empuk , masukkkan kentang gorengnya. tunggu sebentar sampai air menyusut  ( nyemek-nyemek ) dan matikan api.. Taburi  bawang merah goreng.

Makassar Dalam Sekelumit Tjerita Rindu

Judulnya seperti sebuah kisah cinta muda mudi yang dilanda kerinduan yang mendalam. Tapi bukan seperti itu nuansanya. Memang ada rindu yang bersambut untuk bisa datang lagi ke kota Metropolitan Terbesar di Indonesia Timur ini. Dua kali kunjungan saya ke kota Coto ini , dalam waktu yang singkat tetapi kedua duanya saya dihujani. Artinya setiap kali saya datang,selalu disambut hujan sepanjang hari. Tapi kunjungan kali ini lebih berkesan karena selain memang tujuan utamanya untuk keluarga tapi ternyata saya di beri rejeki bisa bertemu dengan teman masa kecil (SMP) yang setelah lulus SMP kami nggak pernah bertemu. Nah di Makassar inilah kami bertemu, berbagi rindu dan cerita sambil menikmati indahnya Kota Makassar, lezatnya makanan khasnya dan meriahnya oleh-oleh yang akan kubawa kembali ke Sidoarjo. Pantai Losari  Ke Makassar harus jalan ke Pantai Losari, karena pantai ini sudah menjadi ikon Kota Makassar. Pantai Losari ini tidak punya pasir seperti pantai-pantai lain, dan ...

Kehilangan Bunglon

Mulai kecil, irham suka banget dengan reptil. Kalo liat reptil selalu terpesona. Dari mulai TK kalau liat cicak selalu dikejar dan sering dibuat main2 di tangannya. Kalau udah gitu , aku yang ngeliat mesti teriak-teriak gilooo... hehehe Namanya juga suka, pasti dia akan cari tahu apa-apa tentang reptil, apalagi waktu nemu salamander di salah satu plaza.. wah cari buku tentang reptil, tentang apa aja makanan reptil dan sebagainya,dan seringkali nongkrong lama kalau ada pameran reptil atau lewat di reptil shop tapi sebelumnya memang dia udah berhasil membesarkan kura-kura dan sampai sekarang masih ada. Nggak ada emang yg berani gosok kulit kura-kura selain irham dan bapaknya hehe.. Dibelakang rumah sering ada kadal, sama aja... sukanya ngejar-ngejar kadal, heeeeh...merinding rasanya kalau dia mulai kejar2 kadal dibelakang rumah, apalagi katanya dia mau cari kadal yg buntutnya buntung..hahaha..ada- ada aja... ibunya bener2 gilo... pernah ada kadal lumayan gede masuk rumah..pas irham...